Cara Menangani Barang Near-Expiry: Diskon, Bundling, Retur ke Supplier, atau DonasiĀ 

Cara Menangani Barang Near-Expiry: Diskon, Bundling, Retur ke Supplier, atau DonasiĀ  Ā  Barang near-expiry adalah barang yang masih layak, tetapi waktunya sudah menipis. Di titik ini keputusan Anda sangat menentukan: ia masih bisa menghasilkan sebagian nilai, atau menjadi kerugian penuh. Banyak perusahaan menunggu sampai terlambat karena tidak ada kerangka keputusan yang jelas.Ā  Artikel ini memberi […]

Cara Menangani Barang Near-Expiry: Diskon, Bundling, Retur ke Supplier, atau DonasiĀ  Read More Ā»

Strategi Alert dan Early Warning Expiry: Kapan Barang Perlu Diberi Peringatan (90/60/30 Hari)Ā 

Strategi Alert dan Early Warning Expiry: Kapan Barang Perlu Diberi Peringatan (90/60/30 Hari)Ā  Ā  Mengetahui sebuah barang akan kedaluwarsa tiga hari lagi hampir tidak berguna. Pada titik itu, hampir semua pilihan penyelamatan sudah tertutup: tidak ada waktu untuk diskon bertahap, tidak ada waktu meretur ke pemasok, tidak ada waktu mencari pembeli. Nilai peringatan ada pada

Strategi Alert dan Early Warning Expiry: Kapan Barang Perlu Diberi Peringatan (90/60/30 Hari)Ā  Read More Ā»

Penataan Lokasi Penyimpanan untuk Barang dengan Expiry BerbedaĀ 

Penataan Lokasi PenyimpananĀ Barang dengan Expiry BerbedaĀ  Ā  Aturan FEFO sebaik apa pun akan gagal bila barang yang harus diambil duluan tertutup tumpukan barang lain. Tata letak fisik gudang adalah fondasi yang sering diabaikan dalam diskusi manajemen expiry, padahal ia menentukan seberapa mudah (atau sulit) petugas mematuhi aturan.Ā  Artikel ini membahas prinsip penataan lokasi untuk barang

Penataan Lokasi Penyimpanan untuk Barang dengan Expiry BerbedaĀ  Read More Ā»

Cara Menerapkan FEFO di Gudang: dari Penerimaan sampai PengeluaranĀ 

Cara Menerapkan FEFO : dari Penerimaan sampai PengeluaranĀ  Ā  Memutuskan untuk memakai FEFO (First Expired, First Out) itu mudah. Menjalankannya setiap hari, di tengah pesanan yang mendesak, petugas yang berganti, dan rak yang penuh, jauh lebih sulit. Banyak gudang mengaku menerapkan FEFO, padahal di lapangan petugas mengambil barang yang paling mudah dijangkau.Ā  Artikel ini memberi

Cara Menerapkan FEFO di Gudang: dari Penerimaan sampai PengeluaranĀ  Read More Ā»

FEFO vs FIFO vs LIFO: Kapan Memakai yang Mana di GudangĀ 

FEFOĀ  vs FIFOĀ  vsĀ  LIFO: Kapan Memakai yang Mana di GudangĀ  Ā  Di gudang, pertanyaan “barang mana yang keluar duluan?” tampak sepele, tetapi jawabannya menentukan berapa banyak barang yang berakhir di tempat pemusnahan. Ada tiga metode yang paling sering dibicarakan: FIFO, FEFO, dan LIFO. Ketiganya sering tertukar, dan salah memilih metode bisa membuat barang kedaluwarsa

FEFO vs FIFO vs LIFO: Kapan Memakai yang Mana di GudangĀ  Read More Ā»

Sisa Masa Simpan (Remaining Shelf Life): Standar Minimum dari Retailer dan DistributorĀ 

Sisa Masa Simpan (Remaining Shelf Life): Standar Minimum dari RetailerĀ  danĀ  DistributorĀ  Ā  Barang belum kedaluwarsa, tetapi ditolak. Situasi ini membingungkan bagi yang baru pertama mengalaminya. Penyebabnya hampir selalu sama: sisa masa simpan (remaining shelf life) barang sudah di bawah standar minimum yang ditetapkan penerima.Ā  Bagi gudang dan distributor, remaining shelf life sama pentingnya dengan

Sisa Masa Simpan (Remaining Shelf Life): Standar Minimum dari Retailer dan DistributorĀ  Read More Ā»

Lot/Batch vs Item-Level: Kenapa Tanggal Kadaluwarsa per Batch Sering Tidak CukupĀ 

Lot/Batch vs Item-Level: Kenapa Tanggal Kedaluwarsa per Batch Sering Tidak Cukup Ā  Sebagian besar sistem inventori mengelola expiry date pada tingkat batch atau lot: satu batch, satu tanggal. Pendekatan ini sederhana dan untuk banyak bisnis sudah memadai. Namun ada situasi di mana pelacakan per batch mulai kehilangan ketelitian, dan di titik itulah pelacakan per unit

Lot/Batch vs Item-Level: Kenapa Tanggal Kadaluwarsa per Batch Sering Tidak CukupĀ  Read More Ā»

Apa Itu Expiry Date Tracking dan Bagaimana Cara Kerjanya di WMSĀ 

Apa Itu Expiry Date TrackingĀ dan Bagaimana Cara Kerjanya di WMSĀ  Mencatat tanggal kedaluwarsa di kertas atau spreadsheet adalah langkah pertama, tetapi belum bisa disebut pelacakan. Expiry date tracking berarti tanggal kedaluwarsa menjadi bagian hidup dari data stok: ia ikut berpindah bersama barang, memengaruhi barang mana yang boleh diambil, dan memicu peringatan sebelum masalah terjadi.Ā  Artikel

Apa Itu Expiry Date Tracking dan Bagaimana Cara Kerjanya di WMSĀ  Read More Ā»

Dampak Barang Kedaluwarsa terhadap Keuangan: Cara Menghitung Kerugian (Write-Off) AndaĀ 

DampakĀ Barang Kadaluwarsa terhadapĀ  Keuangan:Ā  Cara Menghitung Kerugian (Write-Off) Anda Ā  Ketika barang kadaluwarsa dimusnahkan, bagian keuangan biasanya mencatat satu angka: nilai pokok persediaan yang dihapuskan. Angka itu memang nyata, tetapi hanya sebagian dari kerugian sesungguhnya. Banyak perusahaan baru terkejut ketika menghitung total biaya yang ditanggung selama barang itu berada di gudang hingga akhirnya dibuang.Ā  Artikel

Dampak Barang Kedaluwarsa terhadap Keuangan: Cara Menghitung Kerugian (Write-Off) AndaĀ  Read More Ā»

Expiry Date vs Best Before vs Shelf Life: Apa Bedanya dan Kenapa Penting di GudangĀ 

Expiry DateĀ  vsĀ  Best BeforeĀ  vs Shelf Life: Apa Bedanya dan Kenapa PentingĀ  Ā  Di kemasan produk, Anda akan menemukan berbagai tulisan tanggal: “EXP”, “Kedaluwarsa”, “Baik digunakan sebelum”, “Best Before”, “BB”, “MFG”, dan sebagainya. Bagi konsumen, perbedaannya mungkin tidak terasa. Bagi tim gudang, perbedaan ini menentukan apakah sebuah barang harus ditahan, diturunkan harganya, dikirim, atau

Expiry Date vs Best Before vs Shelf Life: Apa Bedanya dan Kenapa Penting di GudangĀ  Read More Ā»

Scroll to Top