Pengelolaan Barang Kadaluwarsa

dan Prosedur Pemusnahan yang Rapi 

 

Tidak semua barang bisa diselamatkan. Ketika diskon, retur, dan pengalihan channel sudah dicoba atau tidak memungkinkan, barang kadaluwarsa harus ditarik dari peredaran dan dimusnahkan. Cara menanganinya menentukan apakah Anda hanya kehilangan nilai barang, atau juga menambah masalah baru: barang yang bocor kembali ke penjualan, catatan stok yang tidak sinkron, atau dokumen yang tidak bisa dipertanggungjawabkan saat diaudit. 

Artikel ini menguraikan alur pemusnahan dari karantina hingga pencatatan. Ini bagian dari panduan lengkap manajemen expiry date. 

Catatan penting: ketentuan pemusnahan berbeda menurut jenis produk (obat, makanan, kosmetik, alat kesehatan, bahan berbahaya) dan menurut regulasi yang berlaku. Artikel ini memberi kerangka umum. Untuk detail legal, rujuk peraturan dari otoritas terkait seperti BPOM dan Kemenkes serta kebijakan lingkungan hidup yang berlaku, dan konsultasikan dengan bagian legal atau penanggung jawab mutu Anda. 

 

Tujuan Prosedur Pemusnahan 

Prosedur yang baik harus mencapai empat hal: 

  • Mencegah barang kembali beredar. Barang kadaluwarsa tidak boleh terjual ke konsumen. 
  • Menjaga keselamatan dan lingkungan. Pemusnahan dilakukan dengan cara yang aman dan sesuai ketentuan. 
  • Menjaga akurasi stok dan keuangan. Pengurangan stok tercatat benar dan sesuai dokumen. 
  • Menyediakan jejak audit. Anda dapat menunjukkan apa yang dimusnahkan, kapan, mengapa, dan siapa yang menyetujui. 

 

Alur Pemusnahan Langkah demi Langkah 

 

Langkah 1: Identifikasi dan blokir 

Begitu barang melewati expiry atau batas kebijakan, statusnya diubah menjadi diblokir/kadaluwarsa di sistem. Ini langkah pertama dan paling penting karena mencegah barang terambil saat picking. Dengan sistem yang mengunci pengeluaran berdasarkan expiry, pemblokiran terjadi otomatis. Tanpa sistem, ini bergantung pada pemeriksaan manual. 

 

Langkah 2: Pindahkan ke area karantina 

Pindahkan barang secara fisik ke zona khusus yang terpisah dari stok layak jual. Karakteristik zona karantina: 

  • Terpisah jelas dengan penanda yang mudah dilihat. 
  • Akses terbatas pada petugas berwenang. 
  • Terdaftar sebagai lokasi di sistem, sehingga barang masih terlacak namun tidak bisa dipicking. 

 Lihat Penataan Lokasi Penyimpanan untuk letak zona karantina dalam tata letak gudang. 

 

Langkah 3: Verifikasi dan klasifikasi 

Hitung dan verifikasi: SKU, batch (atau unit), jumlah, nilai, lokasi asal, tanggal expiry, dan penyebab. Klasifikasikan berdasarkan: 

  • Alasan: kadaluwarsa murni, rusak, retur tidak layak, hasil recall, atau sebab lain. 
  • Kategori produk: karena menentukan jalur pemusnahan dan regulasi yang berlaku. 
  • Nilai: karena memengaruhi tingkat persetujuan. 

 Verifikasi ini sebaiknya dilakukan oleh minimal dua orang agar objektif. 

 

Langkah 4: Persetujuan 

Tetapkan matriks persetujuan berdasarkan nilai dan kategori. Contoh struktur: 

  • Nilai kecil: kepala gudang. 
  • Nilai menengah: manajer operasional dan keuangan. 
  • Nilai besar atau produk teregulasi: tambahan persetujuan penanggung jawab mutu/legal. 

 Ambang nilai ditetapkan perusahaan sesuai kebijakan internal. Persetujuan harus dicatat tertulis atau di sistem, bukan lisan. 

 

Langkah 5: Pelaksanaan pemusnahan 

Pemusnahan dilakukan dengan metode yang sesuai jenis produk. Perbedaannya bisa signifikan: 

  • Ada produk yang dapat dimusnahkan melalui jasa pengelolaan limbah berizin. 
  • Produk tertentu memerlukan cara khusus (misalnya dirusak agar tidak dapat digunakan kembali, atau diolah sebagai limbah B3). 
  • Produk teregulasi mungkin memerlukan saksi dari pihak tertentu dan berita acara dengan format resmi. 

 Gunakan penyedia jasa yang memiliki izin sesuai, dan simpan bukti penyerahan. Jangan membuang barang kedaluwarsa ke tempat sampah umum tanpa memastikan ketentuannya, karena risiko penyalahgunaan dan pencemaran. 

 

Langkah 6: Dokumentasi 

Dokumen yang umumnya diperlukan: 

  • Berita acara pemusnahan yang memuat tanggal, lokasi, daftar barang (SKU, batch, jumlah), metode, dan tanda tangan pihak terkait. 
  • Foto atau video proses sebagai bukti tambahan, bila sesuai kebijakan. 
  • Sertifikat/bukti dari penyedia jasa pemusnahan. 
  • Persetujuan internal yang relevan. 

 Simpan dokumen sesuai jangka waktu yang diwajibkan dan terhubung dengan catatan di sistem. 

 

Langkah 7: Penyesuaian stok dan akuntansi 

Setelah pemusnahan selesai, kurangi stok di sistem dengan kode alasan yang jelas, misalnya “pemusnahan – kadaluwarsa”. Sinkronkan dengan bagian keuangan untuk pencatatan write-off. Perlakuan akuntansi dan pajak atas write-off mengikuti ketentuan yang berlaku; konsultasikan dengan akuntan atau konsultan pajak Anda. Perhitungan kerugian dibahas di Dampak Barang Kadaluwarsa terhadap Keuangan. 

 

Langkah 8: Analisis penyebab 

Langkah yang sering dilewati, padahal inilah yang mencegah pengulangan. Setelah setiap pemusnahan besar, tanyakan: 

  • Mengapa barang ini kadaluwarsa? Pembelian berlebih, FEFO tidak dijalankan, penerimaan dengan sisa umur pendek, atau barang tersembunyi di lokasi tertentu? 
  • Kapan seharusnya ada tindakan, dan mengapa tidak ada? 
  • Apa yang bisa diubah di proses, aturan, atau sistem? 

 

Kesalahan yang Sering Terjadi 

  • Karantina yang tidak benar-benar terpisah. Barang kadaluwarsa dibiarkan di rak biasa dengan sekadar stiker. Risiko terambil saat picking tinggi. 
  • Penghapusan stok sebelum barang benar-benar dimusnahkan. Stok fisik masih ada tetapi sistem sudah nol, menciptakan barang “tak tercatat” yang bisa bocor. 
  • Dokumentasi yang tidak lengkap. Berita acara tanpa rincian batch atau tanpa tanda tangan saat diaudit akan dipertanyakan. 
  • Memusnahkan tanpa persetujuan. Menimbulkan risiko penyalahgunaan dan sengketa internal. 
  • Tidak membedakan alasan. Menggabungkan kadaluwarsa, rusak, dan hasil recall dalam satu kategori menyulitkan analisis penyebab. 
  • Mengabaikan barang yang tidak sengaja ditemukan kadaluwarsa di rak. Segera tangani sebagai temuan, jangan dibiarkan “nanti saja”. 

 

Peran Sistem dalam Pemusnahan 

Sistem yang baik mendukung seluruh alur: 

  • Status stok (tersedia, karantina, diblokir, menunggu pemusnahan, dimusnahkan) dengan aturan perpindahan yang jelas. 
  • Pemblokiran otomatis barang kadaluwarsa dari picking. 
  • Alur persetujuan bertingkat berdasarkan nilai dan kategori. 
  • Laporan pemusnahan yang terhubung ke batch atau unit, tanggal, alasan, dan penyetuju. 
  • Jejak audit yang tidak dapat diubah sembarangan. 

 

Dengan pelacakan item-level, Anda dapat menunjukkan unit mana yang dimusnahkan secara spesifik, bukan hanya jumlah per batch. Ini berguna saat satu batch sebagian masih layak (misalnya sebagian unit sudah terjual atau diretur) dan sebagian lagi harus dimusnahkan. 

 

Checklist Ringkas Pemusnahan 

☐Barang diblokir di sistem. 

☐Barang dipindah ke karantina fisik. 

☐Data SKU, batch/unit, jumlah, nilai, dan alasan diverifikasi dua orang. 

☐Persetujuan sesuai matriks diperoleh. 

☐Penyedia jasa berizin ditunjuk, atau metode pemusnahan sesuai regulasi. 

☐Berita acara dan bukti dokumentasi dibuat dan disimpan. 

☐Stok di sistem disesuaikan dengan kode alasan. 

☐Bagian keuangan menerima dokumen untuk pencatatan. 

☐Analisis penyebab dilakukan dan tindakan perbaikan ditetapkan. 

 

Siapa Memegang Peran Apa 

Kejelasan peran mencegah proses macet. Contoh pembagian tanggung jawab: 

Peran 

Tanggung jawab utama 

Petugas gudang 

Memindahkan barang ke karantina, menghitung fisik 

Supervisor gudang 

Memverifikasi data, mengusulkan pemusnahan 

Manajer operasional / mutu 

Menyetujui, memastikan kepatuhan prosedur 

Keuangan 

Mencatat write-off dan menyimpan dokumen 

Penyedia jasa pemusnahan 

Melaksanakan pemusnahan dan menerbitkan bukti 

 

Kesimpulan 

Pemusnahan yang rapi adalah soal disiplin proses: blokir, karantina, verifikasi, persetujuan, pelaksanaan sesuai aturan, dokumentasi, penyesuaian stok, dan pembelajaran. Setiap langkah mengurangi risiko, baik risiko barang bocor ke pasar maupun risiko temuan audit. 

Langkah praktis: periksa pemusnahan terakhir yang Anda lakukan dan nilai apakah dokumennya cukup lengkap untuk menjawab pertanyaan auditor hari ini. Jika tidak, perbaiki template berita acara dan matriks persetujuan Anda lebih dulu. 

Cluster berikutnya membahas masalah operasional yang sering memicu kedaluwarsa. Mulai dari Kenapa Barang Tetap Kedaluwarsa Walau Sudah Pakai FIFO. 

Scroll to Top