Mengenal DSCSA:
Regulasi Traceability Obat
di Amerika Serikat
Drug Supply Chain Security Act (DSCSA) adalah regulasi federal Amerika Serikat yang mewajibkan penerapan sistem traceability elektronik pada seluruh rantai pasok farmasi, bertujuan melindungi konsumen dari peredaran obat palsu, dicuri, atau terkontaminasi. Regulasi ini menjadi salah satu tolok ukur global dalam pengaturan traceability produk farmasi.
Latar Belakang dan Tujuan DSCSA
DSCSA disahkan sebagai respons terhadap meningkatnya kasus obat palsu yang menyusup ke rantai pasok legal di Amerika Serikat. Regulasi ini mewajibkan setiap pihak dalam rantai pasok farmasi — produsen, distributor grosir, hingga apotek — untuk mendokumentasikan dan membagikan informasi transaksi produk secara elektronik, menciptakan jejak yang dapat diverifikasi dari pabrik hingga ke pasien.
Persyaratan Utama DSCSA
- Serialisasi unik pada setiap kemasan produk farmasi
- Pertukaran data transaksi elektronik antar pihak dalam rantai pasok
- Verifikasi keaslian produk sebelum didistribusikan lebih lanjut
- Kemampuan menelusuri dan menarik produk secara cepat jika ditemukan masalah
Dampak DSCSA terhadap Industri Farmasi
Penerapan DSCSA mendorong industri farmasi di Amerika Serikat berinvestasi besar dalam sistem serialisasi dan interoperabilitas data antar pihak dalam rantai pasok. Meski memerlukan biaya implementasi signifikan, regulasi ini secara nyata mengurangi peredaran obat palsu dan mempercepat proses recall ketika masalah kualitas ditemukan.
Kesimpulan
DSCSA menjadi contoh bagaimana regulasi pemerintah dapat mendorong adopsi teknologi traceability skala besar demi melindungi keselamatan publik. Bagi perusahaan farmasi yang beroperasi secara global, memahami persyaratan DSCSA penting sebagai referensi standar traceability yang semakin banyak diadopsi negara lain.
